Tradisi & Budaya

Panjang Mulud Masjid Kuno Kaujon: Ketika Dzikir, Sedekah, dan Warisan Budaya Bertemu dalam Satu Perayaan

Suasana acara gelaran Panjang Mulud di Masjid Kuno Kaujon. (Foto: Lia D. Sari)

Serang, 20 September 2025 – Suasana khidmat terasa sejak pagi di Masjid Kuno Kaujon, Kota Serang, ketika warga RW 01 Kaujon menggelar tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW atau yang dikenal dengan panjang mulud. Tradisi turun-temurun ini terus dilestarikan masyarakat sebagai wujud cinta kepada Rasulullah, meski beberapa penyesuaian dilakukan agar tetap bermanfaat.

Ketua RW 01, Sukar, menuturkan bahwa selama sepuluh tahun terakhir—sejak ia menjabat—pemberian berkat makanan jadi (ngeropok matengan) diganti menjadi paket sembako. “Kalau dulu makanan matang sering tidak habis dan mubazir. Sekarang kami bagikan sembako untuk para pendzikir dan warga yang hadir, karena lebih praktis dan bermanfaat,” jelasnya.

Rangkaian acara dimulai pukul 08.00 dengan tahlil, yakni doa dari masyarakat untuk keluarga yang telah meninggal dengan menyebutkan satu persatu nama dan bin-nya. Dzikir kemudian dipimpin oleh Ustadz Mumin Satari, Pak Muhi, dan tokoh agama setempat. Sebanyak 60 warga termasuk pendzikir mengikuti dzikir yang penuh kekhusyukan.

Keunikan Maulid di Kaujon terlihat dari arak-arakan panjang—hiasan besar berisi sembako yang dibawa dari rumah masyarakat (shodaqoh) menuju masjid. Tahun ini terdapat 14 panjang mulud, menurun dari 24 pada tahun sebelumnya karena tahun ini banyak kegiatan warga, namun kreativitas tetap terlihat lewat berbagai bentuk seperti perahu, masjid, hingga dekorasi unik lainnya.

Selain sembako untuk pendzikir, panitia juga menyiapkan besek khusus untuk anak-anak agar bisa langsung dinikmati. “Kami siapkan 100 box untuk anak-anak dan total sekitar 160 box hasil bantuan warga,” ujar Sukar. Tahun sebelumnya, jumlah ngeropok bahkan mencapai 250 bungkus.

Acara puncak Maulid telah diawali ceramah agama pada Selasa malam, lalu dilanjutkan dzikir dan pembagian panjang mulud pada Sabtu pagi. Sukar berharap tradisi panjang mulud di RW 01 Kaujon terus dilestarikan sebagai pengingat kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Semoga warga tetap menjaga kebersamaan dan rasa syukur lewat tradisi ini dan pengingat dalam memperingati hari lahir nabi Muhammad SAW,” pungkasnya. (LDS)


Bantenhejo.com adalah media jurnalisme warga dan berbasis komunitas. Isi tulisan dan gambar/foto sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Untuk sanggahan silahkan kirim email ke bantenhejo[at]gmail.com.


Tentang Penulis

Lia D. Sari merupakan pembelajar yang suka mengeksplorasi hal baru dan terbuka akan keberagaman. Senang mengabadikan berbagai momen dan kegiatan melalui tulisan. Saat ini berprofesi sebagai Social Media Manager di ODYV dan Public Relation di Umah Kaujon. Instagram @lia.d.sari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *