
Ilustrasi dibuat oleh Gemini AI.
Suatu Ketika
Di studio radio itu
kau tertawa
dan aku juga
karena canda tiba-tiba.
Asap pendingin ruangan
luruh di wajah
dan matamu.
Seketika aku bahagia
melihatmu gembira
dan saat itulah
kepadamu
aku jatuh cinta
karena sesuatu
yang tak terduga.
(2025)
Bukit Kecil
21 Agstus 2025
hujan telah pulang
ke haribaan kenangan
ke lubuk keheningan
dan selagi senja berteduh,
ku-dengarkan saja
arus sungai bersenandung.
Angin yang berlari
adalah hatiku
mencandai kepolosanmu.
Mungkin cinta seperti cuaca
membasah mata
merebahkan tubuh rinduku
di serimbun sudut tahun.
Segala kenangan
berpacu dan beradu
ke jantung sepiku.
Dan selagi waktu
belum menjadi maut
kupahami nasib
seumpama kota-kota
yang berganti
puing-puing sejarah.
Perang, pertikaian
kerakusan dan keserakahan
yang menyamar
sebagai bisnis
dan perdagangan
di bilik-bilik pemilihan suara
para penipu berkedok konstitusi.
(2025)
Sungai Setapak
Jalan panjangmu
setapak rimbun usiaku
ranting-ilalang
ditinggalkan musim.
Dari mana mesti kutulis
kegembiraan manusia,
jika bukan keindahan
kejujuranmu
menerjemahkan hidup
yang memang bukan
jadwal dunia mesin.
Gerimis, serakan kamboja
tiba-tiba kubaca
sebagai serpihan kebetulan
nasib yang bukan kuasaku
menentu umur.
Aku pun selalu rindu
kata paling lugu, ketika bahasa
hanya jadi senjata
dan propaganda
penyembah benda-benda
berkedok agama.
(2025)
Ketika Aku Mencintaimu
Ketika aku mencintaimu
bunga tumbuh
dari susunan kalimatku
cuaca berjatuhan
di pepohonan senja.
Ketika aku mencintaimu
yang semula dilanda nestapa
tiba-tiba tertawa
dan bernyanyi gembira.
Dan ketika aku mencintaimu
engkau taka da
dalam perumpamaan
dan bahasa
kehilangan kiasannya.
(2024)
Pantun
Rinduku padamu
tersusun dari roti keju
cuaca berkabut
segelas susu
rimbun pagiku.
Rinduku padamu
adalah debur laut
menabrak syahdu matamu
bergejolak beruntun
ke hatiku.
(2024)
Apa Puisi Itu?
Bahasa yang jadi seni
jadi musik
kata-kata yang bernyanyi
harapan dan nasib
yang disyukuri.
Penyair hidup
dari pengalaman
memahami, membaca, menyimak
semesta, alam, kebetulan
dan mengisahkannya
kepada kekasih
yang jatuh cinta
dan kau membacanya
seakan kenyataan
yang kau akrabi.
(2023)


Nuhun