Ulasan

Strategi Logistik Barang Berat Untuk Bisnis Lancar & Tetap Cuan

strategi logistik barang berat untuk bisnis

Ilustrasi gambar dibuat oleh Gemini Ai.

Bagi para pengusaha yang notabene bergerak di bidang manufaktur atau distribusi produk dengan dimensi dan bobot yang berat, pengiriman produk kepada konsumen biasanya menjadi tantangan tersendiri. Sebut saja seperti produk furniture, mesin dan alat elektronik besar atau material buat konstruksi. Para bos di bidang ini biasanya akan menerapkan banyak strategi logistik barang berat milik mereka. Supaya bisa terkirim kepada konsumen, namun dalam harga yang tetap kompetitif.

Mengandalkan armada internal dan tanpa strategi matang dalam hal logistik tentu sangat riskan membuat konsumen kecewa. Terlebih saat tiba-tiba orderan naik dan konsumen meminta orderannya dikirim sesuai jadwal. Waktu tempuh yang lama karena tidak menyiapkan rute optimal, proses bongkar-muat yang tidak terorganisir, hingga kemungkinan terkendalanya operasional armada karena kurangnya maintenance adalah contoh yang bisa timbul akibat abai strategi logistik.

Logistik bukan sekadar aktivitas mengirim barang dari gudang ke pembeli. Bukan sekedar hal remeh, yang saat berhadapan dengannya terbesit kalimat, “ah gampang tinggal kirim doang pake mobil bak terbuka nanti sore”. Enggak sesederhana itu bos.

Lebih dari itu, logistik adalah jembatan kepercayaan antara bisnis dengan konsumen. Ketika barang sampai terlambat atau dalam kondisi rusak, reputasi bisnis yang susah payah dibangun bisa terancam. Bahaya, kalau sudah begini, cuan juga bisa terancam. Oleh karena itu, mari kita bahas strategi logistik barang berat untuk bisnis agar operasional si bos efektif dan tetap kompetitif.

Ini 4 Strategi Logistik Barang Berat yang Efektif

Kata AI (Artificial Intelligence), yang dapat data dari pengalaman pelaku bisnis dan pernyataan ahli bisnis mengatakan: Rantai pasok (supply chain) yang sehat akan memastikan perputaran stok barang berjalan seimbang. Tidak kekurangan yang bikin pelanggan kecewa, dan tidak kelebihan yang membuat modal Anda mengendap di gudang. Selain itu, efisiensi logistik berdampak langsung pada kepuasan pelanggan. Apalagi di era instan seperti sekarang, kecepatan dan keamanan pengiriman adalah nilai jual yang sangat tinggi.

Jadi, berikut ini 4 strategi yang bisa Anda lakukan:

1. Optimalkan Gudang dan Sarana Pendukung

Produk yang memiliki bobot berat dan dimensi besar memerlukan ruangan gudang yang luas, sesuai dengan kebutuhan rencana dan prediksi (forecasting) permintaan atau kebutuhan. Pastikan desain rencana gudang mampu memenuhi rencana supply chain & bobot produk. Seperti menggunakan struktur lantai yang mampu menahan beban berat dengan pergerakan tinggi. Selain itu, harus mampu mengakomodir perlengkapan penunjang seperti dimensi rak vertikal yang akan terpasang atau peralatan pendukung yang digunakan.

Jangan lupakan juga rencana tata letak yang efektif dan efisien. Gunakan analisis ABC untuk memilah jenis produk/barang yang bergerak cepat (fast moving) agar ditempatkan dengan jangkauan paling mudah. Tak kalah penting adalah melakukan maintenance kepada peralatan penunjang seperti hoist, truck pallet hydraulic lifting maupun fokrlift yang ada. Sebagus apapun merk alat yang Anda gunakan, jika tidak terrawat rutin, maka risiko penggantian unit bisa lebih cepat, yang tentu biayanya lebih mahal.

2. Pengemasan & Penanganan

Kemas produk yang akan dikirim kepada konsumen sesuai dengan jenisnya. Gunakan peti kayu bagi produk yang memiliki risiko tinggi pecah/rusak karena proses pengiriman. Jika ada produk yang bernilai tinggi dan bisa rusak karena lembab dari luar, maka gunakan wrapping tambahan pada pada bagian tertentu. Jangan lupa melabeli dengan sticker fragile, untuk memberikan pesan kepada awak bongkar-muat agar lebih hati-hati.

Pada saat proses muat (loading) pastikan produk tersusun seefisien mungkin. Jika bisa susun secara vertikal, pastikan mengikuti maksimal jumlah susun yang dibolehkan. Gunakan sistem lashing & choking yang efektif, agar produk/barang tidak bergerak saat proses pengiriman. Dan terpenting, jangan memaksakan agar armada melampaui kapasitas berat yang diizinkan.

3. Analisa Rute & Rencana Transportasi

Identifikasi dengan cermat lokasi tujuan pengiriman produk Anda. Apakah melewati jalan tol, melewati jalan rusak, atau melewati jalan yang curam. Identifikasi juga apakah jembatan dan tikungan yang akan terlewati mampu mengakomodir berat truk dan muatan. Berikan arahan kepada awak truk agar bisa menangani kemungkinan hambatan yang terjadi di jalan.

Jika armada internal belum memadai, lebih simpel menggunakan vendor logistik terpercaya. Lakukan kontrak kemitraan 3PL (Third-Party Logistik) dengan vendor yang memiliki reputasi baik. Biasanya mereka sudah bisa memetakan dan menganalisa rute yang paling optimal untuk pengiriman berbagai jenis produk dengan bobot berat.

4. Manajemen Risiko

Gunakan real-time GPS Tracking untuk memantau produk yang sedang dikirim. Biasanya fitur ini juga tersedia oleh vendor logistik yang sudah mapan. Dengan memantau, Anda sudah bisa melakukan tindakan responsif jika armada berjalan tidak sesuai rute, atau ada kendala di jalan.

Sangat penting untuk meminimalkan risiko adalah mengasuransikan produk yang dikirim. Produk dengan bobot berat biasanya memiliki nilai tinggi. Dengan mendaftarkan asuransi, rasa cemas karena produk sampai dalam kondisi rusak akibat pengiriman yang abai pada keamanan, atau kondisi tak terduga di luar kuasa Anda bisa berkurang. Jadi bisa lebih hepi menunggu produk suskes terkirim.

Jangan Kompromi Kepada Pengiriman Tidak Safety

Selalu ingat bahwa proses pengiriman (logistik) bukan hal remeh yang bisa Anda abaikan. Mungkin Anda bisa mengarahkan tim logistik untuk bisa membawa produk melewati kapasitas tonase truk. Atau mengarahkan agar menghindari rute yang tidak sesuai karena asumsi bisa berhemat lebih banyak. Tapi memiliki risiko keamanan dan keselamatan yang pada akhirnya membuat biaya logistik lebih mahal.

Ingat bahwa konsumen hanya menginginkan produknya sampai dengan lancar dan selamat. Jika jadwal pengiriman dinilai tidak realistis, berikan pemahaman kepada konsumen bahwa mengirim produk berat membutuhkan penanganan dan rencana matang. Berikan konsumen pilihan alternatif logis yang paling mungkin, sehingga mereka tetap percaya bahwa Anda bisa mengirimkan pesanannya dengan lancar.

Demikian artikel terkait strategi logistik barang berat untuk bisnis tetap lancar dan cuan tetap mengalir tebal. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi bagi segenap pelaku usaha yang sedang butuh asupan inspirasi dalam manajemen proses logistiknya. Semoga.


Bantenhejo.com adalah media jurnalisme warga dan berbasis komunitas. Isi tulisan dan gambar/foto sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Untuk sanggahan silahkan kirim email ke bantenhejo[at]gmail.com.


Tentang Penulis

Hobi udar-ider ke desa-desa yang masih memiliki banyak sawah dan kebun. Paling suka menikmati gunung-gunung di kejauhan sambil ngopi dan ngudud. Kuncen Banten Hejo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *